Kamis, 17 Januari 2019

VCT Batch 1 dalam kenangan








Virtual Coordinator's Training



Virtual Coordinator's Training (VCT) merupaka kegiatan dalam menciptakan koordinator-koordinator handala dalam melaksanakan pelatihan melalui jaringan (dunia maya) yang diprakarsai bapak Gatot hari priyowijanto direktor SEAMEO melalui beberapa orang guru yang dianggap mampu mengelolanya.

Pada kegiatan VCT peserta dilatih dengan mumpuni untuk dapat mengelola sebuah kegiatan berbasis jaringan menggunakan aplikasi Webex untuk memberikan sharing ilmu, pengetahuan dan keterampilan dan informasi yang berbasi keunggulan terbarukan. 

Seiring dengan ini kemajuan teknologi yang berkembang semakin pesat hingga telah sampai pada posisi revolusi industri 4.0. Dimana pada teknologi ini berkembangnya dunia maya dalam perilaku industri sebagaimana yang kita rasakan saat ini. Banyak toko - toko yang tutup namun aktivitas jual beli masih berjalan. seorang ibu rumah tangga memiliki aktivitas pereknomian dari rumah dan banyak lagi lainnya.. 



Hal ini juga tidak tertutup kemungkinan merambah pada dunia pendidikan dan kepelatihan sebagai salah satu tonggak kemajuan suatu bangsa. 

Nah dengan berdasarkan hal inilah timbul ide ide untuk menciptakan Virtual Coordinator - Virtual Coordinator yang handal yang dapat mengiringi dunia pendidikandan kepelatihan..

Pada kegiatan pelatihan VCT, peserta pelatihan di bekali dengan pengetahuan dalam merancang sebuah kegiatan pelatihan dalam jaringan. mualai dari perencanaan program kegiatan, pengaturan kelancaran perjalanan pelatihan dalam jaringan hingga promosi rekrut audience....

Adapun kegitan dari VCT mulai dari kegiatan rekrutmen calon peserta yang kemudian dilanjutkan dengan seleksi calon peserta menjadi peserta dengan mengelompokkan peserta untuk memudahkan kegiatan pelatihan. Selanjutnya menetapkan pelatih yang akan dapat menciptakan Virtual Coordinator - Virtual Coordinator yang handal dalam bidangnya...


Rabu, 09 Januari 2019

Bergabung Bersama Virtual Coordinator Training Batch 2








Virtual Coordinator Training Batch 2









1. LATAR BELAKANG

Dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Asia Tenggara dengan menggunakan teknologi ICT modern dengan sejumlah besar peserta, dan skala ekonomi untuk pelaksanaannya, Sekretariat SEAMEO bekerja sama dengan 21 Pusat Regional SEAMEO dan lembaga eksternal telah mengembangkan program pengembangan kapasitas yang disebut “SEAMEO Online Lecture Series and Training Programmes”.



SEAMEO Online Lecture Series and Training Programmes bertujuan untuk pengembangan kapasitas pembuat kebijakan, pendidik, praktisi, peneliti, administrator sekolah, dosen, guru, dan siswa di negara-negara Asia Tenggara yang difasilitasi oleh platform online; khususnya, WebEx, dirancang untuk E-learning dan meningkatkan pengetahuan.
Mulai Maret 2017, Sekretariat SEAMEO telah menjalankan program ini sebagai fasilitator utama dan lembaga koordinasi. Ini melibatkan semua tindakan promosi, pendaftaran, hosting / moderasi sesi, dan pembuatan sertifikat; sementara nara sumber dibawa oleh Pusat SEAMEO yang berkolaborasi dan lembaga eksternal untuk berbagi pengetahuan mereka.
Sebagai tanggapan terhadap arahan untuk memperluas pengembangan kapasitas untuk skala audiens yang lebih besar, SEAMEO Secretariat (SEAMES) akan menyelenggarakan “Capacity Building untuk guru-guru Indonesia pada proses dan pengalaman terbaik untuk menjadi Virtual Coordinator pada diklat dalam jaringan. Pelaksanaan workshop sifatnya tentatif yang direncanakan mulai tanggal 13 Januari 2019.

2. TUJUAN
SEAMEO Online Virtual Coordiator Program bertujuan untuk:
1. Meningkatkan kemampuan guru Indonesia dalam memberikan kursus online; khususnya melalui platform WebEx.
2. Memperkenalkan seluruh proses kerja kelas online, serta untuk berbagi praktik terbaik bagian dari pelatihan online dalam bentuk program pelatihan.

3. TEMPAT DAN WAKTU
Pelatihan berlangsung secara tentatif dengan perkiraan waktu 16 – 28 Januari 2019. Sesi kegiatan berlangsung dalam jaringan melalui video conference dengan platform webex

4. PESERTA
Peserta kegiatan ini terdiri dari guru-guru di Indonesia yang telah mendaftar dan lolos seleksi.

5. KONTEN WORKSHOP
Workshop disampaikan dalam Bahasa Indonesia dengan cakupan berikut;
• Pengantar SEAMEO SEAMEO Online Lecture Series and Training Programmes
• Penggunaan platform Konferensi Video berbasis Webex secara online (WebEx) dalam pelatihan.
• Seluruh proses kerja dan praktik terbaik yang terlibat dalam melakukan dan menyelenggarakan sesi online. Topik pelatihan difokuskan pada ketrampilan mengelola pelatihan online.
Rincian proses kegiatan secara singkat sebagai berikut:
1. Promosi: Teknik mempromosikan kegiatan melalui persiapan material (Flyer digital berisi pengumuman kegiatan dan detil narasi kegiatan), pendaftaran online dan mengkreasi room.
2. Implementasi: Materi yang dibutuhkan, teknik membuka room webex, teknik mengelola webex, Penyediaan narasumber dan menjadi narasumber, menjadi host dan menjadi moderator sesi dalam jaringan serta presensi kegiatan online.
3. Dokumentasi : Teknik merekam kegiatan, teknik mengupload ke youtube dan share ke sosial media.
4. Peserta yang memenuhi kualifikasi dan kelayakan berhak menerima Sertifikat sebagai Virtual Coordinator’s Training.

6. HASIL YANG DIHARAPKAN
Pada akhir kegiatan Workshop, peserta diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut :
• Peserta akan dapat melaksanakan seluruh proses workshop; termasuk mempromosikan kegiatan, membuat formulir pendaftaran online, menjadi host atau moderator serta menghasilkan e-sertifikat
• Peningkatan kapasitas peserta untuk berbagi pengetahuan
• Peserta yang memenuhi syarat akan menerima sertifikat Virtual Coordiantor Training

7. PERSYARATAN PESERTA
Peserta kegiatan yang direkomendasikan memenuhi syarat sebagai berikut:
• Pendidik yang mempersiapkan sebuah topik yang akan dibagi untuk pengetahuan bagi yang lain yang terstruktur dalam suatu program.
• Semua peserta diharuskan menggunakan laptop atau tablet
• Semua peserta harus memiliki kemampuan komputer terutama berinternet.

8. STRUKTUR KEPANITIAAN
Penanggung Jawab : Gatot Hari Priowirjanto
(Direktur SEAMEO)
Tim Ahli : Achmad Purnomo
Sajarwo Anggai
Ketua : Khairuddin
Anggota : Siti Zulaiha
: Umi Tira Lestari
9. CONTACT PERSON
Khairuddin
SMA Negeri 1 Nurussalam Aceh Timur
Email : khairuddin@igi.or.id
WA : +62 85277634479
Siti Zulaiha
SMP Negeri 1 Baturetno Wonogiri Jawa Tengah
Email : zona.zuleyka@gmail.com
WA : +62 82243955259
Umi Tira Lestari
SMK Ranti Mula Bogor Jawa Barat
Email : mamarahmanmaulana@gmail.com
WA : +62 8989529830
Achmad Purnomo Wijaya
SEAMEO Secretariat Bangkok
Email : purnomo@seameo.org
WA : +66 966505835
Sajarwo Anggai
SEAMEO Secretariat Bangkok
Email : sajarwo@seameo.org
WA : +62 85233464648

Virtual Coordinating Training Menghadapi Pembelajaran Revolusi Industri 4.0 Part 2

Virtual Training merupakan sebuah upaya dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Dimana pada kegiatan ini proses pembelajaran atau peningkatan mutu pendidikan dilaksanakan secara online.

Dalam meningkatkan mutu pendidikan di asia terkhusus untuk pendidikan di indonesia, Seameo membentuk pelatihan Virtual Coordinating Training (VCT). Dalam hal ini Seameo berupaya untuk meningkatkan pendidik dan tenaga kependidikan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 yang juga merambat pada dunia pendidikan.

Virtual Coordinating Training seksi pertama telah dilaksanakan pada bulan agustus 2017 yang di awali dengan perekrut tenaga pendidik dan kependidikan untuk di latih dalam mengelola pelatihan jarak jauh secara online pada bulan maret 2017 silam. Dalam hal ini para peserta disiapkan untuk mengelola pelatihan jarak jauh sebagaimana tantangan era relolusi industri 4.0 dengan dunia mayanya.

Pada pelatihan VCT Batch 1 yang telah dilaksanakan oleh Seameo melalui jajarannya, telah menghasilkan lebih kurang 106 VCT yang tersebar di seluruh indonesia. Hal ini merupakan cikal dari pembelajaran era revolusi industri 4.0.


Virtual Coordinating Training Menghadapi Pembelajaran Revolusi Industri 4.0 part 1

Industri-industri dunia berkembang semakin pesatnya. sehingga muncul berbagai macam tekhnologi tekhnologi baru dalam pencapaian dalam meningkatkan produktifitas industri.sesuai dengan perkembangan tekhnologi yang ada saat ini yang sudah memasuki revolusi industri yang ke 4 yang dikenal dengan revolusi industry 4.0

Kilas Balik Perkembangan industry

sekilas tanpa di sadari industri - industri di dunia sudah mulai berobah. dimulai dari penggunaan energi manusia sebagai produktifitas yang utama dalam proses produksi hingga penggunaan tekhnologi terbaru.


Hasil gambar untuk revolusi industri

Revlolusi industri 1.0

Pada masa ini terjadi perobahan perilaku industri, dimana pemanfaatan energi makhluk hidup seperti manusia dan hewan dalam proses produksi industri sudah mulai digantikan dengan energi dari mesin mesin.

Revolusi Industri 1.0 berlangsung periode antara tahun 1750-1850. Saat ini terjadi perubahan besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta kepemilikan yang terkait dengan sosial, ekonomi, dan budaya di dunia.

Masa revolusi industri 1.0 melahirkan sejarah kompilasi manusia dan hewan digantikan oleh kemunculan mesin. Salah satunya adalah mesin uap pada abad ke-18. Revolusi ini diterbitkan oleh sejarah berhasil menggerek keuangan di mana selama dua abad setelah Revolusi Industri terjadi peningkatan rata-rata pendapatan perkapita Negara-negara di dunia menjadi enam kali lipat bahkan lebih.


Revlolusi industri 2.0

Revolusi Industri 2.0, juga dikenal sebagai Revolusi Teknologi adalah fase peningkatan industrialisasi di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Revolusi Industri 1.0 yang berakhir pertengahan tahun 1800-an, diselingi oleh perlambatan dalam penemuan makro sebelum Revolusi Industri 2.0 muncul tahun 1870.


Mengenai kontribusi karakteristik kejadiannya dapat ditelusuri melalui inovasi sebelumnya di bidang manufaktur, seperti pembuatan alat mesin, pengembangan metode untuk pembuatan suku cadang, dan penemuan Proses Bessemer untuk menghasilkan baja, Revolusi Industri 2.0 yang dimulai tahun 1870 hingga 1914, awal Perang Dunia I.
Revolusi industri generasi 2.0 ditandai dengan kemunculan pembangkit tenaga listrik dan motor pembangkit dalam (combustionchamber). Penemuan ini mengubah kemunculan pesawat telepon, mobil, pesawat terbang, dll. Yang mengubah wajah dunia secara signifikan.

Revlolusi industri 3.0



Kemunculan teknologi digital dan aplikasi internet dimualinya Revolusi Indusri 3.0. Proses revolusi industri ini ditinjau dari cara pandang sosiolog Inggris David Harvey sebagai proses pemampatan ruang dan waktu. Ruang dan waktu seamkin terkompresi. Dan, ini memuncak pada revolusi tv 3.0, yaitu revolusi digital. Waktu dan ruang tidak lagi jarak. Revolusi kedua dengan hadirnya mobil membuat waktu dan jarak semakin dekat. Revolusi 3.0 menyatukan seluruhnya. Karena itu, era digital sekarang mengusung sisi kekinian (waktu nyata).
Selain mengusung kekinian, revolusi industri 3.0 mengubah pola relasi dan komunikasi masyarakat kontemporer. Praktik bisnis pun tidak mau berubah agar tidak tertelan zaman. Namun, revolusi industri ketiga juga memiliki sisi yang layak diwaspadai. Teknologi membuat pabrik-pabrik dan mesin industri lebih memilih mesin dibandingkan manusia. Apalagi mesin canggih memiliki kemampuan berproduksi lebih berlipat. Konsekuensinya, pengaturan tenaga kerja manusia tidak terelakkan. Selain itu, ganti pun memiliki kekuatan luar biasa. Hanya dalam hitungan jam, banyak produk yang dihasilkan. Jauh sekali jika dilakukan oleh tenaga manusia.

Revlolusi industri 4.0
Lalu pada revolusi industri generasi 4.0, manusia telah menemukan pola baru kompilasi disruptif teknologi (disruptivetechnology) hadir begitu cepat dan dikumpulkan oleh perusahaan-perusahaan petahana. Sejarah telah dirilis karena revolusi industri telah lebih banyak menghabiskan korban dengan matinya perusahaan-perusahaan raksasa.


Lebih dari itu, pada era industri generasi 4.0 ini, ukuran besar perusahaan tidak menjadi Jaminan, namun kelincahan perusahaan menjadi kunci keberhasilan memperoleh prestasi dengan cepat. Hal ini dibahas oleh Uber yang menantang pemain-pemain besar di industri transportasi di seluruh dunia atau Airbnb yang memenangkan pemain-pemain utama di industri jasa pariwisata. Ini membuktikan bahwa yang cepat dapat memangsa yang cepat dan bukan yang besar memangsa yang kecil.